Aku
adalah mahasiswa semester tiga di sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Jawa
Tengah. Dua pekan awal bulan Januari akan berlangsung ujian akhir. Masih
beruntung perayaan tahun baru ini kulalui di rumah, walaupun sebenarnya tak ada
hal yang spesial di setiap tahun baru. Biasanya aku menikmati pergantian tahun bersama
teman-teman di kostan. Berkumpul di balkon kamar, menatap langit bertabur
bintang dan meriahnya pesta kembang api. Bercanda tawa bersama teman-teman sembari
menikmati makanan ringan yang dibeli dari hasil patungan satu kostan. Acara
yang kami buat setidaknya dapat sedikit melupakan kebahagiaan berkumpul dengan
keluarga di rumah. Teman-teman kostan memang menjadi keluarga baru bagiku. Ku
ingat saat pertama kali bertemu dengan penghuni kostan, mereka sangat hangat
menyambutku. Bahagia ku rasakan ketika berkenalan dengan mereka. Pernah suatu
hari kami berencana menjadi backpacker, khayalan konyol dari Lesa si anak laut.
Lesa adalah anak jurusan Kelautan jadi disebut si anak laut.
“Liburan
kita ke Yogyakarta, yuk!” ajaknya ketika kami berkumpul menonton televisi.
Rupanya
ia sedang membaca novel milikku yang bercerita anak kostan jadi backpacker.
“Ayo,
Les. Tapi, kamu yang tanggung sekaligus jadi ketua rombongan ya!” kataku sambil
tertawa kecil di ikuti teman-teman yang lain.
“Yah,
sepakat aja kita bawa uang berapa jangan banyak-banyak. Ngga, boleh rempong
bawa-bawa kosmetik. Nanti kita tidurnya di emperan toko.” Katanya
Tawa
begitu riuh, pecah mendengar khayalan si anak laut. Kami tertawa
terpingkal-pingkal. Disela-sela tawa yang riuh kak Tia nyletuk
“Ah,
masa jadi kayak gelandangan si, Les?” katanya
Teman-teman
yang lain masih dalam tawanya, aku membayangkan jika kami benar-benar menjadi
backpacker yang tidur di emperan toko. Tiba-tiba tawaku menjadi yang paling
keras.
“Hahahaha, tak bisa ku bayangkan
Les.” Hahaha,…..
bersambung,.........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar